Tampilkan postingan dengan label Organ Reproduksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organ Reproduksi. Tampilkan semua postingan

Keputihan. Ciri-ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya.

Keputihan kerap dianggap sebagai masalah kewanitaan yang biasa-biasa saja dan sering dialami oleh wanita. Jika memperhatikan, keputihan terjadi ketika merasa lelah atau stress. Keputihan dapat dianggap sebagai salah satu alarm tubuh, terutama untuk masalah reproduksi. Jika kita melihat keputihan tidak berupa lendir yang berwarna bening, segera koreksi kembali gaya hidup kita.


Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Keputihan juga berfungsi membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dari dalam vagina.

Sudahkah kiga menjaga personal hygiene (kebersihan diri) dan genital hygiene (kebersihan organ kewanitaan)? 

Keputihan adalah "peringatan" dini dari berbagai kelainan di sistem reproduksi.



Tanda-tanda Keputihan

Keputihan terbagi menjadi keputihan yang normal dan keputihan yang tidak normal dan merupakan tanda penyakit. Berikut ini adalah perbedaan antara keduanya.

Ciri-ciri keputihan Normal
  • Cairan yang keluar dari vagina berupa lendir berwarna bening.
  • Cairan tersebut tidak menimbulkan gatal dan tidak berbau.
  • Terjadi pada masa subur (20-40 tahun).
  • Terjadi menjelang haid.
  • Terjadi ketika wanita merasa stress, kelelahan, atau menggunakan celana dalam terlalu ketat.

Ciri-ciri Keputihan Tidak Normal
  • Dari vagina keluar lendir secara berlebihan dan disertai infeksi.
  • Lendir yang keluar bisa berwarna keruh, kecokelatan, kuning, atau berwarna kehijauan. Warna ini biasanya bergantung pada jenis organisme penyebab infeksi atau radang yang terjadi pada organ reproduksi.
  • Lendir tersebut dapat menyebabkan rasa gatal dan pedih, sehingga menyebabkan vagina menjadi kemerahan.
  • Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan. Rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta mengalami pendara di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual yang menyertai keputihan dapat mengindikasikan gonore atau chlamydia.
  • Keputihan disertai luka melepuh disekitar vagina. Penyebab jenis keputihan ini tidak normal biasanya adalah herpes genital.
  • Keputihan dengan lendir yang cair atau berwarna putih dengan rasa gatal.
  • Keputihan dengan lendir berwarna putih atau abu-abu atau berbau amis.


Penyebab Keputihan
  • Jamur, bakteri dan virus. Virus yang paling ditakuti adalah Human Papiloma Virus (HPV) dan Herpes Simplex Virus (HSV). Virus dari kelompok  tersebut dapat mengakibatkan kanker ganas pada alat genitalia, terutama pada perempuan.
  • Tidak terjaganya kebersihan diri dan daerah kewanitaan.
  • Hubungan seksual yang tidak aman.
  • Pola hidup yang kurang sehat.


Pengobatan Keputihan
  • Jika keputihan disertai gatal bisa diobati dengan antijamur tersedia di apotek.
  • Jika keputihan tidak disertai gatal atau iritasi bisa meminum antibiotik tersedia diapotek.
  • Jika keputihan disertai luka melepuh bisa meminum tablet antivirus.


Pencegahan Keputihan
  • Selalu menjaga kebersihan diri dan daerah kewanitaan.
  • Menjaga celana dalam agar selalu bersih dan tidak dalam keadaan lembab.
  • Menggunakan celana dalam berbahan katun.
  • Rajin berganti celana dalam minimal dua kali sehari.
  • Menghindari stress.
  • Hindari membersihkan vagina dengan sabun yang beraroma tajam atau dengan tambahan parfum.
  • Pakai sabun pembersih vagina tanpa kandungan bahan kimia yang keras.
  • Hindari bergonta-ganti pasangan.
  • Pola hidup sehat.
  • Olahraga teratur.
  • Banyak minum air putih 8 gelas perhari.

Kista. Tanda-tanda, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya.

Kista adalah tumor jinak yang terdapat didalam organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Kista biasanya berbentuk kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentu
k anggur. Selain itu, kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.

Kista termasuk salah satu jenis tumor jinak yang terbungkus selaput sejenis jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal disekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Oleh karena itu, tumor jinak relatif lebih mudah diangkat melalui operasi, sehingga tidak membahayakan penderita.

Berdasarkan tingkat keganasannya,  kista terbagi menjadi dua jenis, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis sendiri dalam jangka waktu 2-3  bulan. Sementara itu, kista neoplastik umumnya bisa disembuhkan dengan cara operasi, tetapi itu pun bergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah dapat membahayakan jiwa si penderita atau tidak.

Selain pada ovarium, kista juga bisa tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh didaerah vagina, antara lain yaitu, inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Untuk kista yang tumbuh didaerah vulva, biasanya terdapat pada bagian kelenjar bartholini, kelenjar sebasea, serta inklusi epidermal. Selain tempat-tempat tersebut, kista juga bisa tumbuh di indung telur atau di ujung saluran telur, kulit, paru-paru, usus dan bahkan otak.

Penyakit ini sering terjadi pada wanita disemua usia.


Tanda-tanda Kista

  • Kista ini bersifat silence alias diam sehingga perkembangannya tidak kita ketahui, kecuali kista endometriosis yang menimbulkan rasa sakit ketika menjelang menstruasi dan pada hari-hari pertama menstruasi. 
  • Kista pada payudara tampak berupa benjolan yang bisa sakit ketika diraba, tetapi bisa juga tidak.
  • Mengalami gangguan buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh jaringan kista yang membesar menekan kandung kemih sehingga menyebabkan kantong kemih tidak bisa menampung banyak air seni.
  • Rasa sakit seperti digigit semut dibagian kiri dan kanan bawah perut secara bergantian.
  • Rasa sakit pada pinggan bagian belakang.
  • Sakit ketika berhubungan seksual.
  • Rasa penuh atau berat pada perut.
  • Perut bengkak dan nyeri.
  • Nyeri pada punggung bawah dan paha.
  • Penambahan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  • Nyeri setiap menstruasi.
  • Pendarahan vagina yang tidak normal.
  • Dada terasa tegang.
  • Sering buang air kecil.
  • Jika kista pecah, penderita akan merasakan nyeri hebat.
  • Jika kista memuntir ovarium, pasien akan merasakan nyeri perut disertai mual dan muntah.


Penyebab Kista
  • Masalah hormonal atau obat-obatan pemicu ovulasi.
  • Kehamilan. Biasanya pada kehamilan awal, sepasang kista ovarium dapat muncul secara alami dan kista dapat bertahan sampai akhir kehamilan.
  • Infeksi panggu. Infeksi ini dapat menyebar ke ovarium dan tuba fallopi menyebabkan kista ovarium.
  • Siklus menstruasi tidak teratur. 
  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Zat racun yang dikandungnya dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  • Keturunan. Jika dalam satu keluarga ada kerabat dekat yang mengidap miom (sebuah jaringan otot yang tumbuh abnormal dan ini terjadi karena otot rahim berkembang secara berlebihan) atau menderita endometriosis, maka berisiko lebih tinggi mengalami kista endometriosis.
  • Konsumsi makanan yang berlemak tinggi bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista. Lemak merupakan salah satu bahan baku yang menaikan produksi hormon testosteron. Hal tersebut akan membuat keseimbangan hormon kewanitaan menjadi terganggu dan hal tersebut membuatnya menjadi rawan tumbuhnya kista, miom dan lainnya didalam tubuh.


Pengobatan Kista
  • Sebanyak 90% kista ovarium bukan kanker dan hanya butuh sedikit terapi.
  • Kista ovarium tidak membutuhkan terapi, biasanya kista akan hilang setelah 8-12 minggu.
  • Jika kista  sering muncul, dokter akan memberikan obat kontrasepsi oral. Satu hal yang harus diketahui  yaitu obat tidak dapat memperkecil ukuran kista.
Pembedahan/operasi dibutuhkan jika penderita memiliki:
  • Kista kompleks yang tidak hilang.
  • Kista yang bergejala.
  • Ukuran kista lebih dari 10 cm.
  • Wanita hampir atau sudah menopause.


Pencegahan Kista.
  • Menjaga pola makan yang sehat serta banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung antioksidan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Menghindari makanan-makanan yang mengandung zat karsinogen atau pemicu kanker.
  • Menghindari makanan-makanan yang berlemak tinggi seperti lemak daging, makanan yang digoreng, makanan cepat saji dan lain-lain.
  • Banyak melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga secara teratur.
  • Hindari stress karena stress dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh rentan terkena berbagai penyakit.
  • Menerapkan pola hidup yang sehat.
  • Perbanyak minum 8 gelas perhari.

Menstruasi Tiba-tiba Terhenti? Kenali Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan.

Amenore

Amenore adalah gangguan dalam sistem reproduksi wanita, sehingga membuatnya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya.

Amenore terbagi menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan sekunder.
Pada amenore primer, menstruasi sama sekali tidak terjadi. Padahal normalnya seorang remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali pada usia 9-18 tahun. Seorang remaja putri akan divonis mengalami amenore primer jika pada usia lebih dari 16 tahun masih belum juga mengalami menstruasi.

Adapun amenore sekunder terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami menstruasi, tetapi kemudian siklus tersebut berhenti tanpa alasan yang diketahuinya.


Tanda-Tanda Amenore


  • Keluarnya cairan dari puting susu.
  • Rambut rontok.
  • Perubahan penglihatan.
  • Rambut wajah yang berlebihan.
  • Nyeri pada panggul.
  • Siklus menstruasi terhenti baik secara langsung maupun bertahap.

Penyebab
  • Penurunan berat badan secara drastis (akibat kemiskinan, diet yang salah, anoreksia nervosa, bulimia nervosa, aktivitas fisik yang sangat berat dan penyebab lainnya).
  • Obesitas ekstrem.
  • Penyakit kroni yang diderita dalam jangka waktu yang lama.
  • Abnormalitas organ genital wanita (tidak adanya uterus, vagina, septum vagina, stenosis servikal, dan selaput darah yang terlalu tebal).
  • Tubuh mengalami kelainan seperti hipoglikemia (kadar gula darah secara abnormal rendah), hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), hipertiroidisme (kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan), cystic fibrosis (penyakit yang diturunkan tau diwariskan dari kelenjar-kelenjar lendir dan keringat), atau cushing's disease (kadar kortikosteroid berlebihan).
  • Wanita yang pernah mengalami kelainan penyakit poliskistik ovarium mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit amenore.
  • Adanya penyakit akibat kelainan kromosom seperti sindrom Turner atau sindrom sawyer.
  • Kadar hormon prolaktin di dalam tubuh cukup tinggi.
  • Kehamilan.
  • Stress dapat mengubah fungsi hipotalamus, yang merupakan daerah yang mengontrol siklus menstruasi. Hal ini hanya bersifat sementara dan siklus menstruasi akan kembali bila stress berkurang.
  • Ketidakseimbangan mekanisme sistem hormon reproduksi wanita.
  • Penggunaan obat-obatan seperti kontrasepsi, antipsikotik, antidepresan, obat tekanan darah, obat kemoterapi kanker dan beberapa obat alergi.
  • Olahraga yang berlebihan.


Pengobatan
  • Dalam beberapa kasus, obat yang disebut medroksiprogesteron dan penggantian estrogen akan membantu kembalinya periode menstruasi pada sebagian besar wanita.
  • Wanita dengan kelainan anatomi mungkin memerlukan tindak pembedahan.
  • Pada wanita dengan amenore karean sindrom ovarium poliskistik (SOPK), pengobatan yang dapat dilakukan termasuk penurunan berat badan dengan diet dan olahraga. Obat-obatan seperti metformin juga dapat diberikan.

Pencegahan
  • Jika amenore terjadi karena penyakit bawaan karena abnormalitas organ genital, maka penyakit ini tidak dapat dicegah.
  • Menjaga keseimbangan berat badan agar tidak terlalu gemuk (obesitas) atau terlalu kurus.
  • Melakukan pola hidup yang sehat baik dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat, melakukan olahraga secara teratur, dan hidup dengan bahagia.
  • Jauhi penyebab stress.

Tanda-tanda Premenopause, dan Faktor Yang Dapat Mempercepat Masa Premenopause.


Premenopause bukan merupakan sebuah penyakit. Pre menopause merupakan suatu masa transisi menuju menopause.
Lama menopause berkisar antara 2-8 tahun ditambah lagi dengan satu tahun terakhir haid.

        Pada masa ini siklus haid yang dialami mulai menjadi tidak teratur,  bisa panjang atau bisa pendek dan masa ini merupakan saat berakhirnya masa reproduksi.

Premenopause bisa mulai sangat dini, minimal pada usia 35 tahun.


Faktor Yang Dapat Mempercepat Masa Premenopause. 

1.  Merokok

2.  Keturunan

3.  Tidak pernah melahirkan

4.  Pernah mendapatkan kemoterapi ketika masih anak-anak. 

5.  Melakukan histerektomi atau operasi pengangkatan kandungan (rahim, uterus).

6.  Stress



Tanda-tanda Premenopause. 

1.  Menstruasi menjadi tidak teratur. 

2.  Hot Flush (rasa panas didaerah dada, leher, yang menyebar ke wajah sampai kulit kepala).

3.  Mengalami gangguan tidur, penurunan kesuburan, perubahan mood, perubahan fungsi seksual, pengeroposan tulang dan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat.

4.  Rasa tegang pada kedua buah dada diluar masa haid dan menurunnya hasrat seks tanpa sebab jelas.

5.  Tubuh sering merasa letih tanpa sebab yang jelas.

6.  Mengeringnya liang senggama yang berakibat rass tidak menyenangkan pads hubungan intim dengan suami.

7.  Lebih sering buang air kecil dibandingkan lima atau sepuluh tahun sebelumnya.



Pencegahan

        Premenopause bukan suatu penyakit yang harus dicegah, tetapi ada beberapa gejala dan ketidak nyamanan yang dialami sehari-hari bisa dikurangi.  Berikut ini adalah beberapa gejala tersebut:

1.  Kita bisa mengonsumsi pil kontrasepsi (progestin) untuk mengurangi hot flush dan gangguan haid. Progestin juga bisa dikonsumsi untuk mengatur haid dan ablasi endometrium serta mengurangi perdarahan. Untuk melakukan hal ini kita harus berkonsultasi dulu dengan dokter. 

2.  Menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan rendah lemak,  tinggi serat, tinggi kalsium, makanan yang tinggi kandungan ditoestrogen-nya, seperti tempe, tahu dan produk olahan kedelai lainnya, serta menghindari konsumsu alkohol.
Pola makan tersebut juga diikuti dengan pola hidup yang sehat dengan melakukan olahraga secara teratur dan beradaptasi dengan stress.

3.  Menerima keadaan premenopause sebagai suatu rahmat dari Tuhan dan sebagai keadaan yang harus disyukuri dan bukan keadaan yang tidak disukai karena hal tersebut akan memperparah gejala-gejala negatif akibat premenopause ini.

Disfungsi Seksual. Kenali tanda-tanda dan penyebab Seorang wanita Tidak Peka pada Rangsangan Seksual


Disfungsi Seksual Pada Wanita

                Disfungsi seksual pada wanit itu terdiri dari berbagai macam, salah satunya yaitu frigiditas.

Frigiditas adalah suatu keadaan  seorang wanita tidak peka terhadap rangsangan seksual pada tubuhnya.

Jadi, meskipun ia sedang melakukan hubungan seksual, tapi ia tidak dapat merasakan kenikmatan nya atau orgasme.

Bagi wanita frigid, hubungan seksual tidak lebih dari sekadar menunaikan kewajiban terhadap suami.

Ini tentu saja bisa dianggap sebagai suatu siksaan karena kebutuhan biologis seorang wanita frigid tidak dapat terpuaskan.

Selain itu, perasaan bersalah terhadap suaminya juga kerap muncuk karena ia tidak dapat merespons rangsangan seksual yang diberikan oleg suaminya.


Tanda-tanda Disfungsi Seksual


1.  Tidak peka terhadap rangsangan erotis pada tubuhnya. 

2.  Melaksanakan hubungan seksual tanpa antusiasme dan merasa hanya untuk memenuhi kewajibannya sebagai istri. 

3.  Jarang mengalami orgasme ketika berhubungan seksual.

4.  Tidak terlihat secara penampakan luar. 

5.  Tidak menikmati hubungan seksual secara antusias bahkan sering terlihat merasa kesakitan ketika melakukan hal tersebut. 


Penyebab


1.  Gangguan kelainan bawaan pada vagina,  misalnya lubang terlalu sempit atau liang vagina pendek.

2.  Ada kelainan pada otot dan gangguan jaringan saraf, pasca operasi panggul,  infeksi dalam liang vagina, dan tumor pada alat kelamin.
Kelainan-Kelainan ini dapat menimbulkan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual.

3.  Stress sehingga mengakibatkan emosi menjadi labil.

4.  Timbul rasa jenuh saat melakukan hubungan seksual, misalnya karena posisi bercinta yang tidak bervariasi.

5.  Menurunnya produksi hormon estrogen terutama pada wanita usia menopause. 
Hal ini bisa mengakibatkan vagina menjadi kering, iritasi,  atau gatal, sehingga ada rasa kurang nyaman saat melakukan hubungan seksual. 


Pencegahan


1.  Menjaga agar gairah untuk bercinta selalu ada.

2.  Tidak melakukan hubungan seksual terlalu sering agar tidak menimbulkan kejenuhan.

3.  Melatih kesenstifan organ-organ seksual agar selalu peka terhadap rangsangan. 

4.  Selalu menjaga komunikasi dengan pasangan untuk mengetahui apa keinginan masing-masing.

5.  Menjaga kebersihan tubuh dan ruangan terutama kamar demi kenyamanan saat berhubungan seksual. 

6.  Menambah variasi terhadap gaya saat berhubungan seksual untuk mengurangi kejenuhan.

Pre menstruasi Syndrome (PMS). Tanda-tanda, Penyebab dan Cara Mengatasi PMS.

PMS (Premenstruasi Sindrom)

Premenstrual Syndrome (PMS).

        Premenstrual syndrome atau PMS merupakan permasalahan "wajib" yang sering dialami oleh kaum wanita setiap bulan menjelang masa haidnya.

Menurut hasil survei di Amerika Utara, PMS melanda hampir 75% wanita produktif usia subur, dan sekitar 5% dari jumlah itu mengalami gejala PMS yang cukup parah.

          Terkadang para wanita menganggap gejala-gejala PMS ini adalah satu hal yang wajar menjelang haid dan merasa kalau gejala itu akan sembuh secara alami.

Padahal, PMS ini merupakan suatu gangguan kesehatan yang bisa mengganggu kegiatan mereka sehari-hari dan bisa mempengaruhi kehidupan sosial, lingkungan, maupun dirinya sendiri.

         Gejala-gejala PMS biasanya mulai di alami pada waktu diantara masa ovulasi dan mass haid, yaitu sekitar 10-14 hari menjelang haid.

Gejalanya akan menghilang jika haid sudah mulai sampai beberapa hari sesudah haid itu dimulai.

Jika dilihat secara fisiologis, gejala PMS ini sangat erat kaitannya dengan perubahan jumlah hormon yang mempengaruhi siklus haid dan biasanya terjadi pada wanita usia produktif.


Tanda-tanda PMS


1.  Muncul rasa tegang, lebih sensitif, emosi labil, mudah marah, lesu, depresi dan cemas.

2.  Payudara terasa kencang dan sakit jika ditekan atau saat berlari.

3.  Sakit kepal ringan.

4.  Berat badan meningkat dan perut terasa kembung.

5.  Pegal dan nyeri otot.

6.  Bermasalah dengan kulit wajah sehingga timbul gangguan kulit berupa jerawat.

7.  Nyeri dan kram pada perut.

8.   Kecanduan makanan tertentu.

9.  Sulit berkonsentrasi.

10.  Mudah lelah.

11. Susah tidur.



Penyebab PMS


           Penyebab PMS sampai saat ini belum dapat dipaparkan dengan jelas, tetapi pendapat sementara penyebab PMS ini adalah sebagai berikut.

1. Perubahan hormonal.

2.  Pola makan yang buruk dan konsumsi obat-obatan tertentu.

3.  Gaya hidup yang kurang baik, misalnya kurang melakukan aktivitas fisik.

4.  Kadar hormon estrogen dalam darah meningkat sehingga menimbulkan gejala depresi.

5.  Kadar hormon serotonin menurun karena adanya perubahan jumlah hormon estrogen.

6.  Adanya keterkaitan antara PMS dan status gizi seorang wanita yang akan mengalami haid.  2 minggu menjelang haid, rata-rata setiap wanita mengalami 2 hal yang dianggap bisa mempengaruhi metabolisme energinya.  Hal tersebut adalah meningkatnya laju metabolik dasar pada saat tidur dan meningkatnya selera makan. 

Hal ini pernah dibuktikan melalui suatu penelitian yang menunjukkan bahwa wanita yang akan mengalami haid, mengonsumsi 300 kalori lebih banyak pada waktu 10 hari menjelang haidnya.



Cara Mengatasi PMS


1.  Sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E, vitamin B, kalium, kalsium, zat besi dan magnesium seperti sayuran dan buah-buahan.
Jenis makanan ini dipercaya dapat membantu mengurangi terjadinya gejala PMS.

2.  Memgonsumsi vitamin B6 atau makanan yang banyak mengandung vitamin B6 untuk membantu mengurangi perasaan depresi pada wanita yang sedang PMS.

3.  Mengurangi konsumsi makanan yang bisa menimbulkan peradangan seperti produk hewani seperti, daging ayam, sapi dan lain-lain.

4.  Mengurangi makanan kemasan yang banyak mengandung bahan tambahan (zat aditif) buatan.

5.  Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol karena bisa memperburuk PMS.

6.  Memperbanyak minum, baik air putih, jus buah, ataupun susu.

7.  Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam untuk mengurangi penahanan air berlebih di dalam tubuh.

Apa Itu Menstruasi/Haid, Bagaimana Siklus Menstruasi Terjadi, dan Cara Mengurangi Sakit Akibat Menstruasi.


Menstruasi/ Haid


         Kita sering dengar darah menstruasi adalah darah kotor, mungkin karena darahnya bau amis sampai di bilang darah kotor.

Menstruasi bukanlah darah kotor,

Inilah penjelasan apa itu Menstruasi.


Apa Itu Mentruasi?

        Menstruasi atau haid adalah keluarnya darah dari rahim melalui vagina. Menstruasi adalah siklus a.lami pada tubuh wanita.

Siklus menstruasi pertama umumnya ts, terjadi pada gadis remaja saat mereka memasuki masa pubertas yaitu antara usia 8-16 tahun.



Bagaimana Menstruasi Terjadi?

Hormon estrogen dalam tubuh wanita akan meningkat pada tiap siklus menstruasi untuk bersiap menghadapi kemungkinan kehamilan. Masa ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium akan terjadi dan dinding rahim akan menebal. Jika tidak dibuahi, sel telur akan diserap tubuh dan dinding rahim yang sudah menebal akan luruh, kemudian mengalir keluar dari tubuh bercampur dengan darah.

Untuk lebih jelasnya lihat video bagaimana siklus menstruasi terjadi.

Menstruasi ini akan datang secara teratur setiap bulan.

Normalnya, setiap wanita pasti akan mengalami proses ini, meski waktu menstruasi pertama kali serta lamanya menstruasi pada setiap wanita itu berbeda-beda.

         Siklus menstruasi yang normal bisa terjadi selama 21-35 hari.

Oleh karena itu, jika siklus menstruasi pada seorang wanita tidak teratur, biasanya ada gangguan terhadap organ reproduksinya.

Lamanya menstruasi pada tiap wanita juga tidak sama, tapi rata-rata terjadi selama 3-8 hari.
Jika sudah lebih dari 14 hari darah menstruasi belum berhenti, kemungkinan itu merupakan darah penyakit.


Gejala Menstruasi

Saat menstruasi,wanita akan mengalami pendarahan dari vagina selama kira-kira 2-7 hari dengan volume darah rata-rata sekitar 40 mililiter. Volume pendarahan terbanyak selama menstruasi biasanya terjadi pada hari pertama dan kedua menstruasi.

Ada beberapa gejala yang berdampak pada fisik dan emosi yang terkadang dapat muncul berhari-hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom premenstual (PMS).

Perubahan fisik yang muncul sebelum menstruasi adalah:

  • Lemas dan lelah.
  • Sakit kepala
  • Perut kembung dan mual.
  • Payudara membesar dan terasa nyeri.
  • Kenaikan berat badan.
  • Nyeri pada otot, sendi, punggung, serta yang paling sering terjadi nyeri perut bagian bawah.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Diare atau konstipasi.

Perubahan Emosi sebelum menstruasi berlangsung:
  • Merasa sedih atau depresi.
  • Sering uring-uringan.
  • Suasana hati tidak stabil.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mudah menangis.
  • Kecemasan berlebihan.
  • Linglung atau pelupa.
  • Turunnya rasa percaya diri.
  • Mudah marah.

Setiap wanita berbeda-beda pada pola perubahan baik fisik maupun emosi.
Beberapa gejala akan berkurang saat menstruasi sudah dimulai dan hilang beberapa hari setelah menstruasi selesai.


Cara Mengurangi Sakit Akibat Menstruasi

        Sebelum menstruasi, kadang-kadang wanita juga akan mengalami Premenstrual Syndrome atau PMS (Liha bahasan premenstrual Syndrome).

Ini disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi di dalam tubuhnya.

Bahkan adapula yang rutin mengalami sakit perut atau kram perut sebelum ia mengalami menstruasi.

Untuk memgurangi rasa sakit akibat menstruasi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yang bisa dilakukan, misalnya:

1.  Kompres bagian perut atau punggung yang terasa sakit dengan botol berisi air panas.

2.  Mandi dengan air hangat. Bisa juga menambahkan aromaterapi ke dalam air mandi sebagai salah satu upaya untuk merelaksasi tubuh.

3.  Minum minuman hangat yang mengandung kalsium seperti susu.

4.   Gosok bagian yang sakit dengan minyak kayu putih atau balsam.

5.  Sering-sering menarik napas panjang.

6.  Minum minuman kemasan untuk sakit menstruasi seperti kiranti dll.