Hamil Anggur
Hamil anggur atau dikenal juga dengan istilah mola hidatidosa merupakan suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar karena pada rahim ibu tidak di temukan janin.
Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi dan plasenta tidak berkembang secara normal.
Selain itu, hampir seluruh vili korialis (gantungan / jonjotan) mengalami perubahan hidropik (mengandung banyak cairan).
Pada rahim ibu, yang tampak hanya gelembung -gelembung putih tembus pandang dan berisi cairan jernih mirip buah anggur.
Hamil anggur terjadi karena sel telur yang sudah dibuahi sebelumnya oleh sel sperma mengalami perkembangan yang tidak sempurna.
Sel-sel yang seharusnya berkembang dan membelah untuk menjadi janin, perkembangannya terhenti.
Yang malah berkembang adalah sel-sel tropoblas yang kelak akan menjadi plasenta janin.
Padahal sel-sel yang terbentuk dari tropoblas tidak memiliki pembuluh darah.
Kelompok sel tropoblas tersebut kemudian membengkak membentuk gelembung-gelembung cairan mirip anggur.
Ukuran gelembungnya bervariasi antara 1 mm dan 1-2 cm.
Hamil anggur diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:
1. Complete Mole atau mola klasik. Ini adalah hamil palsu seluruhnya karena pada kehamilan ini janin sama skali tidak terbentuk.
2. Partial Mole. Pada kasus ini, janin atau bagian janin yang terbentuk tidak normal, contohnya meskipun bagian tubuhnya terbentuk, tapi ukurannya tidak proposional.
- Umumnya menunjukan gejala yang sama dengan kehamilan normal.
- Perkembangan hamil anggur lebih cepat dari kehamilan normal, sehingga rahim terlihat lebih besar daripada usia kehamilannya.
- Terkadang wanita yang mengalami hamil anggur mengalami mual dan muntah yang lebih hebat (hiperremesis gravidarum) dan juga sakit kepala.
- Terjadi perdarahan dari vagina. Darah yang keluar bisa sangat banyak, tetapi bisa juga hanya sedikit.
- Perdarahan ini biasanya terjadi pada minggu ke-12 sampai ke-14. Jika perdarahan terjadi sangat banyak, bisa mengakibatkan anemia.
- Tekanan darah cukup tinggi, tetap terjadinya lebih awal (dibawah 20 minggu) daripada kehamilan biasa.
- Pada saat pemeriksaan kehamilan, detak jantung janin tidak dapat di temukan.
- Terjadi peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Didalam air seninya pun biasanya ditemukan kadar protein yang tinggi.
- Nyeri pada tulang panggul
Penyebab Hamil Anggur
- Pernah mengalami hamil anggur sebelumnya dan kemungkinanya juga akan lebih besar.
- Ibu hamil berusia dibawah 20 tahun atau diatas 34 tahun serta memiliki anak lebih dari tiga orang.
- Ada kecenderungan faktor ras, orang Asia lebih berisiko mengalami hamil anggur daripada orang Amerika.
- Sering mengalami keguguran.
- Status gizi kurang baik.
- Kekurangan vitamin (misalnya vitamin A atau asam folat).
- Memiliki gangguan peredaran darah di rahim.
1. Jika mengalami tanda-tanda kehamilan, jangan hanya melakukan tes urine karena pada kasus hamil anggur, tes urine tetap akan menunjukan hasil yang positif.
2. Hamil anggur bisa diketahui dari awal, jika dokter melakukan pemeriksaan pada bagian perut secara teliti. Apalagj jika rahim kita berukuran lebih besar daripada ukuran normal pada usia kehamilan tersebut.
3. Lakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) karena hasilnya cukup akurat.
4. Lakukan tes untuk mengukur kadar hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) dalam urine atau darah.
HCG merupakan hormon yang dikeluarkan oleh zigot, yaitu hasil peleburan antara sel telur dan sperma.
Pengobatan Hamil Anggur
Jika positif di diagnosis mengalami hamil anggur, dokter akan menganjurkan anda menjalani penanganan secepatnya.
Operasi pengangkatan jaringan abnormal pada hamil anggur merupakan metode penanganan utama yang umumnya disarankan.
Langkah ini dapat dilakukan melalui beberapa prosedur yang meliputi:
- Kuret
- Pengangkatan rahim. Proses ini hanya dilakukan jika anda tidak ingin memiliki keturunan lagi.
Pencegahan Hamil Anggur
1. Menikah pada usia tidak terlalu muda (<20tahun) dan tidak terlalu tua (> 40 tahun).
2. Mengonsumsi makanan yang bergizi karena di beberapa negara, mereka yang mengalami hamil anggur adalah wanita yang mengalami kekurangan gizi dan memiliki status ekonomi yang rendah.
3. Menjaga kehamilannya dengan baik.
4. Mencukupi kebutuhan vitamin.







0 komentar:
Posting Komentar