Penyakit Lupus
Penderita lupus didunia dipercaya mencapai lima juta jiwa. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia masa produktif). Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lupus dapat menyerang anak-anak dan pria.
Menurut data dari yayasan Lupus Indonesia (YLI), jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013.
Systemic Lupus Erythematosus atau yang lebih dikenal dengan penyakit lupus merupakan sejenis penyakit auto-imun.
Lupus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.
Menurut data dari yayasan Lupus Indonesia (YLI), jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013.
Systemic Lupus Erythematosus atau yang lebih dikenal dengan penyakit lupus merupakan sejenis penyakit auto-imun.
Lupus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.
Berbeda dengan penyakit HIV/AIDS yang kehilangan sistem kekebalan tubuh akibat virus HIV, pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuhnya justru menjadi hiperaktif dan balik menyerang organ tubuh yang sehat.
Untuk mendiagnosis penyakit ini dengan pasti, diperlukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit.
Keduanya untuk memeriksa antibodi-antibodi yang muncul ketika lupus sedang aktif.
Lupus terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
2. Lupus diskoid, yaitu lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Meski umumnya berdampak pada kulit saja, jenis lupus ini juga dapat menyerang jaringan serta organ tubuh yang lain.
3. Lupus obat, bisa timbul akibat efek samping obat. Jenis lupus ini akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait.
Tanda-tanda yang muncul pada penderita lupus bisa bermacam-macam, bergantung pada sistem tubuh yang terkena lupus.
Namun, gejala umumnya adalah demam, rasa lelah yang berkepanjangan, rambut rontok, pegal-pegal otot,amata kering, sakit dada, hilang ingatan, tekanan darah tinggi, dan sariawan yang terus menerus muncul.
Ciri-ciri yang mencolok adalah perubahan pada fisik penderita lupus.
Biasanya, pada wajah penderita lupus akan muncul ruam-ruam merah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas, dan kerontokan rambut merupakan ciri-ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus.
Ciri lainnya adalah mual, muntah, efusi pleural, terkadang sensitif terhadap sinar matahari, arthritis, kelenjar yang membengkak, psikosis, rambut rontok, pitak permanen.
- Penyebab lupus adalah sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.
- Hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh terlalu aktif.
- Para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor genetika yang dapat mempertinggi risiko seseorang terkena lupus.
- Faktor-faktor lingkungan juga punya andil dalam memicu penyebab penyakit ini.
1. Hindari stress
2. Menjaga pola makan yang baik.
3. Berhati-hati dengan keamanan obat yang dikonsumsi.
4. Cukup beristirahat dan tidak memforsir diri dengan kegiatan-kegiatan sehari-hari.
5. Melakukan akitivitas fisik dan olahraga secara teratur.
Pengobatan Penyakit Lupus
- Lupus tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatan yang tersedia adalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, serta meminimalkan dampaknya.
- Menghindari paparan sinar matahari. Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit, Memakai topi dan kacamata hitam, mengoleskan tabir surya berdosis tinggi agar kulit tidak terbakar matahari.
- Obatan-obatan. Pereda sakit seperti ibuprofen,, naproxen, piroxicam.
- Mengurangi peradangan atau inflamasi yaitu kortikosteroid.
- Hydroxychloroquine. Untuk mengobati nyeri sendi dan otot, kelelahan, ruam pada kulit.
- Obat imunosupresan. Cara kerja obat ini untuk menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Seperti, azathioprine, mycophenolate mofetil dan cyclophosphamide.
- Rituximab. Jika obat-obat lain tidak mempan bagi penderita Lupus, dokter akan menganjurkan rituximab. Obat ini terbukti efektif untuk menangani penyakit auto imun







0 komentar:
Posting Komentar